PAREPARE, PAREPOS, DP3A — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Parepare, menjadi leading sektor Strategi Daerah (Strada) dalam pencegahan Perkawinan Anak.

Hal tersebut seteag, Institute Of Community Justice (ICJ) melakukan Konsultasi Publik Draft Strategi Daerah  dalam Pencegahan Perkawinan Anak, di Balain Ainun Habibie, Kota Parepare, Selasa 28 September 2021.

Konsultan untuk pendampingan, penyusunan strada di Sulawesi Selatan, Yuda Yunus, mengatakan, Kota Parepare dari delapan daerah mendapat mandat pembentukan, Strada provinsi dan kabupaten kota, sebagai tindak lanjut Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Perkawinan Anak yang dibuat oleh kemen PPPA.

“Kenapa delapan ini, karena cukup berkontribusi dalam perkawinan anak. Kalau disebut tadi di Kota Parepare terdapat  99 kasus perkawinan tahun 2020. Angka luar biasa di situasi pandemi. Sehingga menjadi perhatian,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, tindak lanjut Strada, harus dipayungi regulasi daerah dan perwali pencegahan perkawinan anak. Selain itu, Strada akan mengatur forum komunikasi. Posisi strada kata dia, sudah mencapai 80%, yang paling penting yakni komitmen semua pihak untuk saling berkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan di lembaga masing-masing. 

“Karena pencegahan perkawinan anak ini melibatkan semua pihak, pemerintah, swasta, LSM media, karena bekerja secara massif, untuk melakukan penyadaran kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebelum kegiatan, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Parepare membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan, Parepare selalu melakukan strategis dalam pencegahan perkawinan anak. Yakni optimalisasi anak, lingkungan yang mendukung pencegahan perkawinan anak, penguatan regulasi,dan penguatan koordinasi pemangku kepentingan.

Adanya Strada PPA di Kota Parepare, selaras dengan pemangku kepentingan.

“Adanya pencegahan perkawinan anak, akan terbentuk terwujudnya koordinasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pelaksanaan percepatan pencegahan dan penurunan perkawinan dengan cara meyakinkan dan dapat bertanggungjawabkan,” tuturnya saat memberikan sambutan. (upi)